Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang adalah kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan. Kota Palembang memiliki luas wilayah 358,55 km²[4] yang dihuni 1,7 juta orang dengan kepadatan penduduk 4.800 per km². Diprediksikan pada tahun 2030 mendatang Kota ini akan dihuni 2,5 Juta orang. Sejarah Palembang yang pernah menjadi ibu kota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya".
Kota palembang juga terkenal akan keindahan objek wisatanya baik seni, budaya, makanan khas, pusat olahraga maupun pusat perbelanjaanya. Kali ini saya akan membahas 10 tempat objek wisata yang mesti anda kunjungi ketika mampir/berkunjung ke palembang.
10 objek wisata kota palembang yang wajib anda kunjungi :
1.
Jembatan ampera
jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam lambang kota, terletak di
tengah-tengah kota Palembang, menghubungkan daerah Seberang Ulu
dan Seberang Ilir
yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Jembatan dengan panjang 1.117 m
dan Lebar : 22 m. Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno.
Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk
penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh
memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di
atas Sungai MusiPeresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965,
sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu,
jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara.[3]
Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan
anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera
(Amanat Penderitaan Rakyat).[4]
Pada awalnya, bagian tengah dan bagian belakang dan bagian depan badan
jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak
tersangkut badan jembatan. Akan tetapi Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik
bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang
digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di
atasnya.
2.
Pulau kemaro
Pulau Kemaro,
merupakan sebuah Delta
kecil di Sungai Musi,
terletak sekitar 6 km dari Jembatan
Ampera. Pulau Kemaro terletak di daerah industri,yaitu
di antara Pabrik Pupuk Sriwijaya
dan Pertamina Plaju dan Sungai Gerong. Pulau
kemaro berjarak sekitar 40 km dari kota Palembang.
Pulau Kemaro adalah tempat rekreasi yg terkenal di Sungai Musi.
Di tempat ini terdapat sebuah vihara cina (klenteng Hok Tjing Rio). Di Pulau Kemaro ini juga terdapat kuil Buddha
yang sering dikunjungi umat Buddha untuk berdoa atau berziarah ke makam. Di sana juga sering
diadakan acara Cap Go Meh setiap Tahun Baru Imlek.
Daya tarik Kemaro adalah Pagoda
berlantai 9 yang menjulang di tengah-tengah pulau. Bangunan ini baru dibangun
tahun 2006.
Selain pagoda ada klenteng yang sudah dulu ada. Klenteng Hok Tjing Rio atau
lebih dikenal Klenteng Kuan Im dibangun sejak tahun 1962. Di depan klenteng
terdapat makam Tan Bun An (Pangeran) dan Siti Fatimah (Putri) yang
berdampingan. Kisah cinta mereka berdualah yang menjadi legenda terbentuknya
pulau ini.
Selain itu ditempat ini juga terdapat sebuah Pohon yang disebut sebagai
"Pohon Cinta" yang dilambangkan sebagai ritus "Cinta
Sejati" antara dua bangsa dan dua budaya yang berbeda pada zaman dahulu
antara Siti Fatimah Putri Kerajaan Sriwijaya dan Tan Bun An Pangeran dari Negeri Cina, konon, jika
ada pasangan yang mengukir nama mereka di pohon tersebut maka hubungan mereka
akan berlanjut sampai jenjang Pernikahan.
Tambahan sedikit Legenda pulau kemaro
datang seorang pangeran dari Negeri Cina, bernama Tan Bun An, ia datang ke Palembang
untuk berdagang. Ketika ia meminta izin ke Raja Palembang, ia bertemu dengan
putri raja yang bernama Siti Fatimah. Ia langsung jatuh hati, begitu juga
dengan Siti Fatimah. Merekapun menjalin kasih dan berniat untuk ke pelaminan.
Tan Bun An mengajak sang Siti Fatimah ke daratan Cina untuk melihat orang tua
Tan Bun Han. Setelah beberapa waktu, mereka kembali ke Palembang. Bersama
mereka disertakan pula tujuh guci yang berisi emas. Sesampai di muara Sungai
Musi Tan Bun han ingin melihat hadiah emas di dalam Guci-guci tersebut. Tetapi
alangkah kagetnya karena yang dilihat adalah sayuran sawi-sawi asin. Tanpa
berpikir panjang ia membuang guci-guci tersebut kelaut, tetapi guci terakhir
terjatuh diatas dek dan pecah. Ternyata didalamnya terdapat emas. Tanpa
berpikir panjag lagi ia terjun ke dalam sungai untuk mengambil emas-emas dalam
guci yang sudah dibuangnya. Seorang pengawalnya juga ikut terjun untuk
membantu, tetapi kedua orang itu tidak kunjung muncul. Siti Fatimah akhirnya
menyusul dan terjun juga ke Sungai Musi. Untuk mengenang mereka bertiga
dibangunlah sebuah kuil dan makam untuk ketiga orang tersebut].
3 3. Bukit
siguntang
Bukit Siguntang adalah sebuah
bukit
kecil setinggi 29—30 meter dari permukaan laut yang terletak sekitar 3
kilometer dari tepian utara Sungai Musi dan masuk dalam wilayah kota Palembang,
Sumatera Selatan. Secara administratif situs
ini termasuk kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Bukit ini
berjarak sekitar 4 kilometer di sebelah barat daya pusat kota Palembang. Bukit
Seguntang sebagai bukit paling tinggi di dataran Palembang tampaknya telah
dianggap sebagai tempat penting sejak masa Kerajaan Sriwijaya, beberapa temuan artefak
yang bersifat buddhisme menunjukkan tempat bahwa ini adalah salah satu kawasan
pemujaan dan keagamaan kerajaan. Bukit yang dipenuhi taman dan pepohonan besar
ini dipercaya sebagai kompleks pemakaman raja-raja Melayu. Pada bagian puncak
bukit terdapat beberapa makam yang menurut penduduk lokal dikaitkan dengan
tokoh-tokoh raja, bangsawan dan pahlawan Melayu-Sriwijaya. Terdapat tujuh makam
di bukit ini, yaitu makam:
- Raja Sigentar Alam
- Pangeran Raja Batu Api
- Putri Kembang Dadar
- Putri Rambut Selako
- Panglima Tuan Junjungan
- Panglima Bagus Kuning
- Panglima Bagus Karang
Menurut
kitab Sulalatus Salatin, Bukit Seguntang merupakan
tempat datangnya Sang Sapurba, keturunan Iskandar Zulkarnain, yang dikemudian hari
menurunkan raja-raja Melayu di Sumatera, Kalimantan Barat, dan Semenanjung
Malaya. Bukit Seguntang diibaratkan sebagai potongan Gunung Mahameru
dalam kepercayaan Hindu-Buddha, dan dianggap suci karena merupakan cikal bakal
orang-orang Melayu. Raja yang memerintah di Malaka
dikatakan sebagai keturunan Sang Sapurba.
4. Museum Sultan Mahmud
Badaruddin II
Wisata Sejarah Museum Sultan Mahmud Badaruddin
II. Museum ini memiliki peninggalan sejarah mengenai Palembang. Terletak di
tepi sungai Musi, museum ini memamerkan berbagai koleksi dari mulai arkeologi,
etnografi, biologi, seni dan terutama informasi tentang pengumpulan mata uang
(numismatics) sampai studi atau koleksi mata uang. Di museum ini, Anda bisa
menemukan berbagai peninggalan sejarah dari mulai koleksi foto prasasti Kedukan
Bukit, patung-patung Buddha kuno dan Amarawati Ganesha, serta berbagai
sisa-sisa sejarah lainya termasuk yang berasal dari era Sriwijaya.
5.
Masjid Agung
Sultan Mahmud Badaruddin I
Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin
I atau biasa disebut Masjid
Agung Palembang adalah sebuah masjid paling besar di Kota
Palembang, Sumatera Selatan.
masjid ini dipengaruhi oleh 3 arsitektur yakni Indonesia,
China
dan Eropa.
Bentuk arsitektur Eropa terlihat dari pintu masuk di gedung baru masjid yang
besar dan tinggi. Sedangkan arsitektur China dilihat dari masjid utama yang
atapnya seperti kelenteng. Masjid ini dulunya adalah masjid terbesar di Indonesia
selama beberapa tahun. Bentuk masjid yang ada sekarang adalah hasil renovasi
tahun 2000 dan selesai tahun 2003. Megawati Soekarnoputri adalah orang yang
meresmikan masjid raksasa Sumatera Selatan modern ini. Masjid ini didirikan
pada abad ke-18 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikrama. Saat ini, Masjid
Agung Palembang telah menjadi Masjid regional di kawasan ASEAN. Terletak di kawasan
19 Ilir, di mana merupakan salah satu Kampung Asli Palembang dan Arab yang
telah lama didiami.
6.
Masjid Cheng
Hoo Palembang
Masjid Cheng Hoo Palembang
sebenarnya bernama Masjid Al Islam
Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang adalah Masjid
bernuansa Muslim
Tionghoa
yang berlokasi di Jakabaring Palembang. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sespuh,
penasehat, pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumsel, dan serta
tokoh masyarakat Tionghoa di sekitar Palembang.Mesjid
yang didirikan warga keturunan ini juga memiliki imam baru yang sudah hafal 30
juz dari kitab suci umat Islam, Al-Quran yaitu Choirul Rizal. Selain itu,
Mesjid yang dibangun dengan perpaduan unsur Cina, melayu, dan nusantara ini
sudah menyelesaikan beberapa bagian masjid seperti rumah imam, pagar
sekeliling, dan mengaktifkan Tempat Pendidikan Al-Quran untuk anak-anak secara
gratis.
7.
Stadion Gelora
Sriwijaya
Stadion Gelora Sriwijaya
(lebih di kenal dengan nama Stadion
Jakabaring) adalah stadion multifungsi terbesar ketiga di Indonesia
setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno
dan Stadion Utama Palaran. Berlokasi di Palembang,
Indonesia,
stadion ini juga diakui sebagai salah satu stadion terbaik yang bertaraf
internasional.[butuh rujukan]
Kebanyakan, stadion ini difungsikan untuk tempat penyelenggaraan
pertandingan-pertandingan sepak bola. Stadion dengan luas lahan sekitar
40 hektar
ini dapat memuat hingga 38.000 - 45.000 orang dengan 4 tribun (A, B, C dan D)
bertingkat mengelilingi lapangan. Tribun utama di sisi barat dan timur (A dan B) dilindungi atap
yang ditopang 2 pelengkung (arch) baja berukuran raksasa. Bentuk atap stadion merupakan simbol
kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di bidang maritim
yang dilambangkan oleh bentuk perahu dengan layar terkembang. Stadion ini beralamat di Jalan Gubernur H.
A. Bastari, Jakabaring, Palembang.
8.
Al Quran
Al-Akbar
Al Quran Al-Akbar atau yang
juga sering disebut Al Quran Raksasa yang berada di kota Palembang
beralamat di di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang. Terdapat 30 juz
ayat suci Al-Quran yang berhasil dipahat/diukir ala khas Palembang dalam lembar
kayu dan menghabiskan kurang lebih 40 meter kubik kayu tembesu dengan biaya
tidak kurang Rp 2 miliar, dimana masing-masing lembar ukuran halamannya 177 x
140 x 2,5 sentimeter dan tebal keseluruhannya termasuk sampul mencapai 9 meter.
Al-Quran yang terdiri dari 630 halaman ini juga dilengkapi dengan tajwid serta
doa khataman bagi pemula. Setiap lembar terpahat ayat suci Al-Quran pada warna
dasar kayu coklat dengan huruf arab timbul warna kuning dengan ukiran motif
kembang di bagian tepi ornamen khas Palembang yang sangat indah di pandang dan
enak dibaca. Proses pembuatannya sendiri memakan waktu relatif lama, sekitar
tujuh tahunan. Al Quran Raksasa ini terbesar dan pertama di dunia dalam bentuk
Al Quran 30 juz yang di buat pada media dari kayu jenis tembesu. Al-Quran
terbesar ini sebelum resmi dipublikasikan, sengaja di pajang seluruh ayat-ayat
suci di dalam ruang pamer Masjid Agung Palembang selama tiga tahun untuk
mendapat koreksi dari seluruh umat.
99. Taman
Wisata Alam Punti Kayu
Taman Wisata Alam Punti Kayu-Palembang Punti Kayu,
adalah satu-satunya taman wisata alam yang menyajikan beberapa hiburan
bernuansa hutan wisata untuk melengkapi wisata anda di kota Palembang. Dengan
luas sekitar 50 hektar, dulunya ditetapkan sebagai hutan lindung, dan sekarang
sudah menjadi objek wisata terbuka. Lokasi & Akomodasi Taman Wisata Alam
(TWA) Punti Kayu, berlokasi di Jl. Kol.H.Burlian, kecamatan Sukarami. Berjarak
sekitar 7 km dari pusat kota.
110. Kambang
iwak
Taman Kambang Iwak merupakan taman kota yang sudah ada sejak tahun 1900-an.
Taman yang awalnya dibangun untuk orang keturunan Belanda sebagai tampat
olahraga ini, memiliki danau di bagian tengahnya. Selain berfungsi sebagai
penghias taman, danau buatan ini juga memiliki fungsi praktis sebagai tempat
menampung luapan air hujan, sehingga mampu menangkal banjir. Taman Kambang Iwak
berlokasi di antara Jalan Tasik dan Jalan Sutomo, Kota Palembang. Taman yang
memiliki luas sekitar 5 hektar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang
terus diperbarui. Fasilitas tersebut antara lain seperti, taman bermain anak,
tempat duduk, keran air yang bisa langsung diminum, hingga fasilitas hotspot
gratis bagi mereka yang ingin mengakses internet sambil bersantai
menikmati taman yang rindang. Tiap akhir pekan, Taman Kambang Iwak kerap
diramaikan oleh masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa yang berasal
dari berbagai komunitas, seperti, komunitas musik, sepatu roda, skateboard,
sepeda, hingga komunitas tari dan teater. Dilengkapi dengan jogging track,
Taman Kambang Iwak juga kerap diramaikan bagi mereka yang ingin lari
mengelilingi danau atau sekadar berolahraga di setiap pagi maupun pada petang
hari.
Pulau Kemaro,
merupakan sebuah Delta
kecil di Sungai Musi,
terletak sekitar 6 km dari Jembatan
Ampera. Pulau Kemaro terletak di daerah industri,yaitu
di antara Pabrik Pupuk Sriwijaya
dan Pertamina Plaju dan Sungai Gerong. Pulau
kemaro berjarak sekitar 40 km dari kota Palembang.
Pulau Kemaro adalah tempat rekreasi yg terkenal di Sungai Musi.
Di tempat ini terdapat sebuah vihara cina (klenteng Hok Tjing Rio). Di Pulau Kemaro ini juga terdapat kuil Buddha
yang sering dikunjungi umat Buddha untuk berdoa atau berziarah ke makam. Di sana juga sering
diadakan acara Cap Go Meh setiap Tahun Baru Imlek.
Wisata Sejarah Museum Sultan Mahmud Badaruddin
II. Museum ini memiliki peninggalan sejarah mengenai Palembang. Terletak di
tepi sungai Musi, museum ini memamerkan berbagai koleksi dari mulai arkeologi,
etnografi, biologi, seni dan terutama informasi tentang pengumpulan mata uang
(numismatics) sampai studi atau koleksi mata uang. Di museum ini, Anda bisa
menemukan berbagai peninggalan sejarah dari mulai koleksi foto prasasti Kedukan
Bukit, patung-patung Buddha kuno dan Amarawati Ganesha, serta berbagai
sisa-sisa sejarah lainya termasuk yang berasal dari era Sriwijaya. 






Tidak ada komentar:
Posting Komentar